Tuesday, August 28, 2012
(Catatan SasteraLapar) : Bumbu Genep Kecil, Matur Suksma
Monday, August 27, 2012
(Kembang Lambe Siang) : Mie Goreng Aceh Modifikasi Perjuangan
Tuesday, August 14, 2012
(Puisi SasteraLapar) : Sarapan
Kala kuharus tinggalkan istana kapukku
Aku terjaga
Bengong....
Tak tahu berbuat apa setelah ini...
Kubergegas pergi membersihkan diri...
Setelah kurapi, aku terdiam
Perutku yang sedari malam telah kosong melompong
Kembali melantunkan gita-gita laparnya
Ah, pagi sudah datang...
(Puisi SasteraLapar) : KARE
Kaya bumbu, penuh cita rasa
Aromamu menggoda seleraku
Kukorek-korek darimana bahan bakumu
Kucari-cari disinilah kau kutemukan
Kayu manis yang harum
Kapulaga yang menggoda
Jahe yang pedas dan panas
Daun kare yang beraroma misterius
Jintan serta aneka rempah yang bersinergi
(Puisi SasteraLapar) : Memasak Dalam Persimpangan
Kurajang halus-halus bumbu-bumbu
Kulumatkan hingga tak lagi berwujud
Wadagnya telah menjelma dalam batu cobekku
Kuterpaku kemudian...
Manakala aku harus menghadap bahan baku
Dadaku berdebar manakala tiba dipersimpangan
Bahan manakah yang aku pilih?
(Puisi SasteraLapar) : MENGGORENG KATA
Yang harus ada adalah perapian
Apapun wujudnya....kompor gas atau kompor arang
Bahkan kayu bakarpun bila ada...
Jangan lupa, angsurkan api agar menyala
Hati-hati, jangan salah arah...
Adalah penggorengan yang harus kita siapkan
Apakah yang biasa, ataukah yang anti lengket
Semacam teflon dan kroco-kroconya...
Taruhlah diatas pendiangan, kompor atau apa saja yang membara
Biarkan dia membara
Apapun wujudnya....kompor gas atau kompor arang
Bahkan kayu bakarpun bila ada...
Jangan lupa, angsurkan api agar menyala
Hati-hati, jangan salah arah...
Adalah penggorengan yang harus kita siapkan
Apakah yang biasa, ataukah yang anti lengket
Semacam teflon dan kroco-kroconya...
Taruhlah diatas pendiangan, kompor atau apa saja yang membara
Biarkan dia membara
(Puisi SasteraLapar) : MEREBUS GANTANG KATA
Kata-kata itu masih berada dalam piring pikiranku
Abjad demi abjadnya masih tersusun dalam relungku
Berkeliaran, bergentayangan dalam keadaan mentah
Kutangkapi abjad demi abjad yang masuk dalam pikiran itu
Kuhimpun gantang-gantang kata itu menjadi satu
Dalam suatu mangkuk candradimuka yang kubuat dari jiwaku
Sementara ragaku mempersiapkan periuk besar berisi air inspirasi
Membakarnya dengan api-api emosi dan gairah
Abjad demi abjadnya masih tersusun dalam relungku
Berkeliaran, bergentayangan dalam keadaan mentah
Kutangkapi abjad demi abjad yang masuk dalam pikiran itu
Kuhimpun gantang-gantang kata itu menjadi satu
Dalam suatu mangkuk candradimuka yang kubuat dari jiwaku
Sementara ragaku mempersiapkan periuk besar berisi air inspirasi
Membakarnya dengan api-api emosi dan gairah
(Resep SasteraLapar) : Havermut Piskuma
Description:
Bangun jam 3.30 WIB, mau ke warteg untuk sahur malasnya setengah mati. Kebetulan saya sempat beli susu kedelai, kurma 300 gram dan pisang semalam sebelumnya. Ya sudah, daripada repot-repot saya olah saja. Pisau? pas tidak ada jadi saya potong pakai sendok saja...the power of kepepet. Sementara Havermutnya saya nyetok sejak lama jadi ringkas saja. Menu sahur kilat, praktis dan mengenyangkan. Ingredients: Susu kedelai (tidak menakar) 1 buah pisang (dipotong kecil-kecil) 3 buah kurma (disuwir-suwir) 1 sdm Madu 5 sdm Havermut (Oatmeal) Directions: 1. Panaskan sejenak susu kedelai sampai mendidih 2. Siapkan havermut dalam mangkok 3. Siramkan susu kedelai yang sudah dipanaskan itu. Aduk rata. 4. Letakkan pisang yang sudah diiris diatasnya 5. Tambahkan kurma yang sudah disuwir-suwir 6. Tambahkan madu 7. Siap disajikan. | ||||||||||||||||
Friday, August 10, 2012
(Cerita SasteraLapar) : Cerita dari Sebungkus Quaker Oats
Waktu saya sedang berbelanja (membeli belah) di
sebuah pasar swalayan (supermarket), saya beli quaker oats 500 gram warna merah dan yang menarik saya adalah
tulisan dikemasan depannya yakni oat
segera dan oat instan. Yang saya
yakini bagian segera itu Malaysia punya sedang bagian instan adalah punya Indonesia. Lalu saya baca-baca lagi
bagian belakang kemasannya ada kata lemak
taktepu dan lemak tepu , yang ada kurung bahasa Indonesianya berarti lemak tak jenuh dan lemak jenuh. Selanjutnya ada istilah khasiat dimana dalam bahasa Indonesia padanannya adalah gizi, sedang kata khasiat sendiri dalam bahasa Indonesia secara artinya lebih mengacu
pada jamu-jamuan atau obat-obatan (ubat).
Semisalnya kalimat berikut :
Jamu galian singset
berkhasiat untuk menurunkan berat badan.
Khasiat obat generik tidak kalah dengan obat-obatan paten.
Lalu, kata gizi
contohnya sebagai berikut :
Dewasa ini,
banyak balita di Indonesia
yang mengalami gizi buruk.
Kandungan gizi dalam sepiring nasi pecel sangatlah tinggi.
(Resep SasteraLapar) : Kering Tahu Tempe ala Nono
| Category: | Breakfast & Brunch | |
| Style: | Other | |
| Special Consideration: | Quick and Easy | |
| Servings: | 5 orang cukup |
Description:
Sebenarnya saya bingung mau dikasih nama apa, karena memang dasarnya kering tahu tempe. Cuma saya ambil gampangnya saja. Sederhana, dan tentunya terasa pedas karena saya tambahkan sambel uleg. Disajikan sebagai menu sarapan dirumah, apalagi keluarga saya baru sembuh dari sakit. Minimal 80% dihabiskan oleh mereka termasuk oleh adik ipar saya. Hehehehee.
Bahan-bahannya cukup diambil dari kulkas, yah sekalian memanfaatkan bahan makanan yang tak terpakai dirumah.
Sebenarnya saya bingung mau dikasih nama apa, karena memang dasarnya kering tahu tempe. Cuma saya ambil gampangnya saja. Sederhana, dan tentunya terasa pedas karena saya tambahkan sambel uleg. Disajikan sebagai menu sarapan dirumah, apalagi keluarga saya baru sembuh dari sakit. Minimal 80% dihabiskan oleh mereka termasuk oleh adik ipar saya. Hehehehee.
Bahan-bahannya cukup diambil dari kulkas, yah sekalian memanfaatkan bahan makanan yang tak terpakai dirumah.
(Catatan SasteraLapar) : Nasi Sudah Menjadi Bubur? Jadikan Saja Bubur Ayam!
Ada pepatah Melayu yang berkata Nasi sudah menjadi bubur,
yang artinya sudah kepalang basah, tidak dapat diperbaiki lagi. Ibarat
nasi, saat ditanak ternyata kebanyakan air, akhirnya menjadi bubur dan
tidak bisa dikembalikan jadi nasi lagi. Misalnya saja kita melakukan
suatu kesalahan fatal seperti menyakiti, mengecewakan atau merusak
harkat diri seseorang. Kehilangan kehormatan karena sebab yang beragam,
kehilangan jatidiri atau drop karena mengalami suatu kejadian, seperti
dikritik, dicaci, dimaki dan dihina hingga kadang kita sendiri depresi.
Atau ada lagi seperti contoh,
Z
seorang pengusaha kaya, dia bergerak dibidang bisnis properti. Namun
suatu saat dia mempercayakan proyek pembangunan apartemen Y kepada orang
yang salah. Orang kepercayaan Y melakukan kesalahan kecil, yang
berakibat perusahaan Z mengalami kerugian besar dan nyaris mengalami
kehancuran. Z, sangatlah frustasi karena dia benar-benar sepenuhnya
meyakini yang bersangkutan. Namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.
(Catatan SasteraLapar) : Jilbab, Lemper, Bikang dan Semar Mendem
Sepuluh tahun yang lalu (sekarang 16 tahun) pada saat matakuliah Agama Islam, dosen Agama saya berkata begini :
Ibaratnya
makanan, pemakai jilbab itu seperti lemper. Kenapa demikian? Karena
untuk makan isi lemper kan harus dibuka dulu bungkusnya bukan? Masak
ditelan sebungkus-bungkusnya? Sontak kami semua tertawa mendengarnya..Kemudian beliau melanjutkan..
Sedangkan
kaum perempuan yang tidak berjilbab diibaratkan adalah kue bikang,
dimana untuk menikmatinya nggak harus repot membuka bungkusnya,
bahkan gampang kena debu dan pembeli bisa melihat langsung tanpa
dibungkus. (edited)
(Catatan SasteraLapar) : Gado-Gado Pembauran
Pembauran
itu artinya melebur, campur baur jadi satu, menyesuaikan diri atau apa
ada makna lainnya? Ibaratnya lagi, pembauran itu mirip sekali dengan
proses masak memasak didapur, seperti membuat gado-gado, bubur ayam,
rujak, salad, pecel, atau bubur manado, dimana semua jenis makanan yang
pada dasarnya berbeda dileburkan menjadi satu jenis makanan baru.
Gado-gado
misalnya, dalam satu piring terdiri dari potongan wortel, kacang
panjang, tahu goreng, kentang rebus, sawi segar, ketimun, ditambah
kerupuk, emping belinjo, tempe, plus bawang goreng diikat dengan saus
kacang yang enak, dan masih ditambah dengan potongan telur rebus pula.
Meski tidak melebur total, namun tetap menjadi wujud yang sedap
dipandang dan menggoyang lidah.
(Catatan SasteraLapar) : Rujak Soto Banyuwangi
Rujak,
barangkali sudah biasa. Sotopun juga demikian….dimana anda pasti sering
mencicipi atau menelannya bulet-bulet berikut piringnya hingga licin
tandas, iya kan?
Ngaku!! Tapi bagaimana kalau rujak dan soto dijadikan satu piring?
Terbayang nggak? Sebagian besar atau bahkan hampir semuanya pasti
beranggapan itu suatu hil yang mustahal (kata Asmuni).
Namun
bagi masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur..mengawinkan rujak dengan soto
bukan hal yang mustahil, karena itulah makanan khas mereka yang membuat
lidah serasa menari Gandrung Banyuwangi (baca : gyandrung byanyowangay).
Makanan jenis ini memadukan antara Soto Babat dengan Rujak Cingur atau
Rujak Petis. Sekitar Agustus 1998, saya berkesempatan pergi ke
Banyuwangi untuk jalan-jalan plus meneliti seni budaya sana secara langsung, disinilah saya dikenalkan dengan yang namanya Rujak Soto.
(Puisi SasteraLapar) : Pecel Cinta
Ulurkanlah tanganmu padaku
Terimalah cintaku dalam sepiring pecel
Untuk semangat bak matahari pagi
Kupersembahkan untukmu pecel cinta
Ketimun kesegaran jiwa
Kacang panjang pantang menyerah
Bayam vitamin hati
Kecambah kesuburan inspirasi
Kubis kewaspadaan hati
Terangkum satu dalam nasi kesucian
Terekatkan oleh bumbu kacang persatuan
Semarak dengan lauk pauk, lalapan dan rempeyek nikmat
Sehati...senada...sejiwa
(Catatan SasteraLapar) : Pecel For The Soul
Sederhana namun kaya
Kaya namun sederhana
Mungkin layaklah jika hal itu nyata dalam sepiring atau
sepincuk nasi pecel. Makanan rakyat yang sarat serat dan gizi (khasiat), yang
menjadi sarapan pagi banyak kalangan, disuka dari yang gepeng (gelandangan pengemis)-jika ada kepeng- sampai kalangan
berdasi yang mengkilap beraroma parfum dari Paris bebas bau keti. (hehehe). Dijualnyapun dari pinggir embong (Jw Timuran : jalan) hingga resto gedong yang harganya bisa (boleh) selangit.
Thursday, August 9, 2012
(Resep SasteraLapar) : Kakap Asam Manis ala Nono
| Category: | Meat & Seafood | |
| Style: | Chinese | |
| Special Consideration: | Quick and Easy | |
| Servings: | Suka-sukanya berapa |
Description:
Memanfaatkan sisa ikan kakap goreng yang disimpan di kulkas, dan bumbu yang sederhana kalau menurut saya. Akhirnya jadilah ikan asem manis ala saya sendiri. Pedasnya sedikit saja dan sama sekali tidak melibatkan MSG dalam proses pembuatannya.
Bumbu dasarnya sama saja dengan resep sebelumnya, hanya ditambah saus tomat dan lebih banyak tomat sebagai penambah keasaman.
Memanfaatkan sisa ikan kakap goreng yang disimpan di kulkas, dan bumbu yang sederhana kalau menurut saya. Akhirnya jadilah ikan asem manis ala saya sendiri. Pedasnya sedikit saja dan sama sekali tidak melibatkan MSG dalam proses pembuatannya.
Bumbu dasarnya sama saja dengan resep sebelumnya, hanya ditambah saus tomat dan lebih banyak tomat sebagai penambah keasaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)