Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts
Monday, August 27, 2012
(Kembang Lambe Siang) : Mie Goreng Aceh Modifikasi Perjuangan
Friday, August 10, 2012
(Catatan SasteraLapar) : Nasi Sudah Menjadi Bubur? Jadikan Saja Bubur Ayam!
Ada pepatah Melayu yang berkata Nasi sudah menjadi bubur,
yang artinya sudah kepalang basah, tidak dapat diperbaiki lagi. Ibarat
nasi, saat ditanak ternyata kebanyakan air, akhirnya menjadi bubur dan
tidak bisa dikembalikan jadi nasi lagi. Misalnya saja kita melakukan
suatu kesalahan fatal seperti menyakiti, mengecewakan atau merusak
harkat diri seseorang. Kehilangan kehormatan karena sebab yang beragam,
kehilangan jatidiri atau drop karena mengalami suatu kejadian, seperti
dikritik, dicaci, dimaki dan dihina hingga kadang kita sendiri depresi.
Atau ada lagi seperti contoh,
Z
seorang pengusaha kaya, dia bergerak dibidang bisnis properti. Namun
suatu saat dia mempercayakan proyek pembangunan apartemen Y kepada orang
yang salah. Orang kepercayaan Y melakukan kesalahan kecil, yang
berakibat perusahaan Z mengalami kerugian besar dan nyaris mengalami
kehancuran. Z, sangatlah frustasi karena dia benar-benar sepenuhnya
meyakini yang bersangkutan. Namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.
Thursday, August 9, 2012
(Catatan SasteraLapar) : Rujak Cingur For The Soul
Bila ke Surabaya jangan lupa
rujak cingur
Rasa khasnya telah
harum namanya
Jika engkau suatu saat
jatuh tersungkur
Bangkit kembali itulah
intinya
Paduan antara yang enak dan yang tidak enak itulah yang
menjadi pemadu khas rujak cingur, salah satu makanan khas Surabaya (dan Jawa Timur). Potongan hidung
sapi (cingur) rebus –padahal cingur kan
kesannya menjijaykan toh, aneka buah dan sayuran dipadukan dalam bumbu kacang
plus petis mengubah satu jenis makanan yang nampak menjijikkan menjadi
kelihatan lezat.
(Catatan SasteraLapar) : Soto Lamongan For The Soul 2
Berburu warung Soto Lamongan
kadang bisa menjadi suatu kesenangan tersendiri. Semasa di Surabaya, saya
sangat hobi mencari warung Soto yang saya anggap enak. Pertama kali saya ketemu
warung Soto di dekat Jalan Gubeng Airlangga Gang IV, tepat di mulut gang yang
mengarah ke Jalan Dharmawangsa, sejak tahun 1995 sampai terakhir kali pada
akhir 2005, saya kadang berkunjung ke warung itu. Yang hanya berupa warung
sederhana dan harganyapun cukuplah bagi kantong mahasiswa seperti saya pada
masa itu.
(Catatan SasteraLapar) : Soto Lamongan For The Soul 1
Anda tahu Soto Lamongan
bukan? Soto khas wilayah Lamongan, Jawa Timur ini sangat enak. Kuah
kuning gurih yang berasal dari campuran aneka bumbu termasuk warnanya
yang keemasan karena bahan pewarna kunyit yang dipakai, plus
potongan-potongan daun bawang, suwiran daging ayam, potongan telur rebus
ditambah dengan koya (bubuk kelapa) yang makin menambah citarasa Soto Lamongan apalagi dimakan dengan sambal atau kecap.
Saya
biasanya menambahkan dua jenis kecap, yakni kecap asin dan kecap manis
serta sambal yang banyak agar soto yang saya makan semakin mengundang
selera. Bahkan yang suka bikin saya mikir sendiri adalah saya suka
sekali menambah banyak koya ke
dalam soto dengan fungsi selain mempergurih, juga mengentalkan kuah
soto. Plus telur rebus satu butir, disamping itu saya selalu meminta
tukang penjualnya untuk tidak memberi kulit ayam, karena saya paling
benci dengan kulit ayam, biasanya sih saya meminta diambilkan daging
bagian dada yang rendah lemaknya. Hmmm…enak sekali.
(Catatan SasteraLapar) : KRENGSENGAN NYAMBIK (BIAWAK)
Nyambik dalam
bahasa Jawa Timuran artinya sama dengan biawak (Varanus Indicus).
Ukurannya minimal 50 cm, dan panjang maksimalnya bisa sampai dua meter.
Biasanya hidup di daerah tambak atau rawa-rawa maupun area pinggir
sungai, karena makanan utamanya adalah hewan-hewan air dan ciri fisiknya
sangat serupa dengan kerabatnya di pulau Komodo sana.
Krengsengan juga
adalah makanan khas Jawa Timur yang berupa daging dimasak dengan aneka
bumbu hingga mengental dan berwarna kecoklatan, rasanya sangat lezat dan
asalnya dari Pasuruan.
(Catatan SasteraLapar) : Menu Favorit Hari Raya
Assalamualaikum Guys and Gals....
Masih mengenang suasana
hari raya kemarin-kemarin. Mungkin tidak seberapa istimewa bagi yang
lain tapi setidaknya saya pengen cerita-cerita disini. Bolelebo toh? Hal
yang paling menyenangkan saat lebaran adalah, MAKAAAN!!!!
huehehehehehehe.....bener kan? jangan mengelak. Disamping telah
menuntaskan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang dilarang,
juga membersihkan diri dari segala "kotoran". Nah, salah satunya juga
adalah makanan.
Wednesday, August 8, 2012
Martabak Manis atau Terang Bulan?
Ngobrol lagi yuuukkk…Sambil ngopi, makan atau ngemil nggak masyalah! 
Sebenarnya
ini cerita lama sekali, kurang lebih sekitar 12 tahun yang lalu. Waktu
itu saya baru naik kelas satu ke kelas dua SMA, dan orangtua beserta
adik bermukim di Bekasi, tepatnya dikawasan Pangkalan Pasir, Rawalumbu.
Kira-kira bulan Juni 1993 itulah saya untuk kali pertama berkunjung ke
Bekasi, yah hitung-hitung melepaskan diri dari ke-betean tinggal di
Malang. Waktu mereka pindah, saya menolak untuk ikut karena kasihan
dengan Eyang Kakung, ditambah waktu itu tinggal bersama Bude dan Pakdhe
dari pihak Papa.
(SasteraLaparEnglish) : I Love Cooking
Old Note
I
love cooking! Every spent times, I always try to cook but it only
occurred when I come back to my hometown. I am so lazy if I cook in my
boarding house, because as you know, I don’t want to bother others with
my cooking, though only its scents. I learnt cooking by seeing the way
my mum cooks, nothing else. Then I tried what I’m interested in.
Occassionally, I helped my mum to cook and I learnt a lot from it.
Home’s kitchen has become my cooking laboratory, I sometimes buy several
condiments such as curry powder, black pepper powder, even I recognized
such spices only from its aroma as cumin, cardamom, cinnamon,
lemongrass, ginger, galangal, curcuma, and many more. It’s just for
experience.
Monday, August 6, 2012
Arbanat
Friday, July 27, 2012
(Sastera Lapar Cerita) : Ranjem dan Kampel Wangon
Perjalanan ke suatu wilayah, apalagi yang belum dikenal tentunya membawa sensasi tersendiri. Terlebih jika berhubungan dengan kuliner. Saya pribadi sepanjang itu halalan toyyibah, kuliner model apapun yang khas pasti akan dengan sedaya upaya saya cicipi kendati belum selevel Bondan Winarno yang maknyus itu. Daerah Banyumas ini mempunyai kekayaan kuliner yang unik, dan kadang-kadang ada beberapa jenis makanan yang endemik di suatu kecamatan tapi tidak dijumpai di kecamatan lainnya meski satu kabupaten atau eks karesidenan.
(Sastera Lapar Cerita) : Yang Sedap dari Wonosobo
(Sastera Lapar Cerita) : Khao Neow Ma-Maung
Saya memang nggak pinter bicara soal makanan. Banyak ahlinya Waduh, ngeper saya kalau ngomong soal makan memakan, bisa-bisa dibabat dach..hahahahaha. Tapi…sutralah, kan saya ngomong sesuai dengan apa yang saya ketahui toh. Alhamdulillah saya dikaruniai oleh-Nya naluri suka makan...hehehehehe
Salah satu makanan yang baru saya jumpai saat di Malaysia adalah Ketan Mangga. Memang jajanan itu bukan asli Malaysia, melainkan asal tetangga sebelahnya yakni negeri Gajah Putih alias Thailand. Itupun tidak sengaja, setelah makan Laksa Kluang di Kluang Station daerah Ampang, dan itu menjelang kita pergi pulang, Pakdhe Karto mendatangi gerai makanan khas Thailand yang penjaganya juga kebetulan orang Thai tulen. Hmmm…aneka jajanan khas Thailand bergelimpangan disana, tapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua buah bakul besar yang isinya adalah ketan (pulut). Warnanya agak beda…yang satu putih-putih mangkak, sedangkan yang satunya putih tapi agak kehijau-hijauan.
Salah satu makanan yang baru saya jumpai saat di Malaysia adalah Ketan Mangga. Memang jajanan itu bukan asli Malaysia, melainkan asal tetangga sebelahnya yakni negeri Gajah Putih alias Thailand. Itupun tidak sengaja, setelah makan Laksa Kluang di Kluang Station daerah Ampang, dan itu menjelang kita pergi pulang, Pakdhe Karto mendatangi gerai makanan khas Thailand yang penjaganya juga kebetulan orang Thai tulen. Hmmm…aneka jajanan khas Thailand bergelimpangan disana, tapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua buah bakul besar yang isinya adalah ketan (pulut). Warnanya agak beda…yang satu putih-putih mangkak, sedangkan yang satunya putih tapi agak kehijau-hijauan.
Thursday, May 3, 2012
Memasakpun perlu Cinta
Cinta itu sejagat (universal), dapat ditemukan
dimana-mana, cinta berasal dari dalam hati dan pikiran, dari cinta sejati
hingga cinta nafsu. Cinta juga adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita.
Seringkali para anak muda mengatakan “Dunia hanya milik berdua, yang lain
ngontrak”, sebagai kekuatan cinta yang dahsyat. Karena cinta, seseorang bisa
berubah 180 derajat….bisa menjadi baik, atau malah memburuk.
Cinta juga
bermakna sangat luas, lebih dari sekedar cinta antara dua insan berbeda jenis
yang terikat oleh kimia-kimia jiwa, jantung berdebar, hati berbunga, mata
saling berpandangan, selalu terbayang oleh sang pujaan hati yang kata sebuah
lagu lama begini :
Aku mau makan, ingat kamu
Aku mau tidur, ingat kamu
Aku mau mandi, ingat kamu
Subscribe to:
Posts (Atom)