Showing posts with label minum. Show all posts
Showing posts with label minum. Show all posts
Friday, August 10, 2012
Thursday, August 9, 2012
(Catatan SasteraLapar) : Menu Favorit Hari Raya
Assalamualaikum Guys and Gals....
Masih mengenang suasana
hari raya kemarin-kemarin. Mungkin tidak seberapa istimewa bagi yang
lain tapi setidaknya saya pengen cerita-cerita disini. Bolelebo toh? Hal
yang paling menyenangkan saat lebaran adalah, MAKAAAN!!!!
huehehehehehehe.....bener kan? jangan mengelak. Disamping telah
menuntaskan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang dilarang,
juga membersihkan diri dari segala "kotoran". Nah, salah satunya juga
adalah makanan.
Tuesday, May 1, 2012
A HOT COCOA
A cup of hot cocoa
Smokey, smell strong
In front of me
Accompanies my silent morning
Passionate
Extravagant feeling
Its bitter sweet taste is rolling
From my lips into my throat
Aaahh..
Bitter but there’s a sweetness within it
Thanks God for this bitter sweet cocoa
I love it
010512
Smokey, smell strong
In front of me
Accompanies my silent morning
Passionate
Extravagant feeling
Its bitter sweet taste is rolling
From my lips into my throat
Aaahh..
Bitter but there’s a sweetness within it
Thanks God for this bitter sweet cocoa
I love it
010512
TIGA CANGKIR KOPI
Secangkir kopi tubrukMenemaniku
kala malam yang menggigit. Tatkala kantuk melanda saat aku begadang
menyelesaikan berbagai tugasku. Biarpun bukan berarti engkau ditubrukkan
ke mobil ataupun kereta api, namun rasanya engkau begitu nendang dalam
urat-urat tubuhku sehingga aku kembali bersemangat menuntaskan apa yang
seharusnya kuselesaikan, kendati harus melawan jam biologisku sendiri.
Kamu begitu berjasa bagiku secangkir kopi tubruk..
Ralat...bukan secangkir, mungkin segelas, satu mug atau entah apa. Pahit-pahit manis, tapi aku tetap menyukainya.
Secangkir Capuccino
Kala pagi, secangkir capuccino sudah hadir dihadapanku. Kaya rasa, kombinasi yang indah antara kopi nan pekat, coklat dan krim yang mengelus-elus indera penciumanku. Manis, pahit, creamynya begitu menggugah perasaanku. Raga, jiwaku kembali terbangun setelah sekian waktu tertidur lelap. Secangkir Capuccino itu telah membangunkan semangatku kembali. Siap beraktivitas dengan kalori yang ditambahkan dari krimer itu. Capuccino, biarpun asalnya dari Italia, tetapi sudah jadi bagian dari gayaku. Ditemani dengan biskuit atau roti bakar yang nikmat.
Lezat....Menemani pagi yang sunyi, sebelum memulai apapun.
Segelas Kopi Jos
Ketika aku berada di kota Jogjakarta, sembari duduk diwarung angkringan, segelas kopi jos sudah ada didepan mata. Kopi tubruk panas-panas berpadu dengan gula dan sebongkah arang panas membara yang dicelupkan setelah kopi disajikan. Aku tak tahu pasti mengapa arang panas membakar ini dimasukkan ke dalam larutan kopi ini. Ternyata bagiku rasanya begitu menakjubkan, apakah karena kafein yang sudah dinetralisir ataukah sugesti yang berkembang didalam benakku bila kopi ini mampu membuat hati lebih semangat?
Ditemani dengan ketan bakar maupun nasi kucing sambil bercengkrama dengan angin malam serta kawan-kawan. Ah, betapa merindukan nuansa kopi jos itu lagi...(artinya harus ke Jogja nanti bila ada masa).
20 Desember 2011
Semarang
Ralat...bukan secangkir, mungkin segelas, satu mug atau entah apa. Pahit-pahit manis, tapi aku tetap menyukainya.
Secangkir Capuccino
Kala pagi, secangkir capuccino sudah hadir dihadapanku. Kaya rasa, kombinasi yang indah antara kopi nan pekat, coklat dan krim yang mengelus-elus indera penciumanku. Manis, pahit, creamynya begitu menggugah perasaanku. Raga, jiwaku kembali terbangun setelah sekian waktu tertidur lelap. Secangkir Capuccino itu telah membangunkan semangatku kembali. Siap beraktivitas dengan kalori yang ditambahkan dari krimer itu. Capuccino, biarpun asalnya dari Italia, tetapi sudah jadi bagian dari gayaku. Ditemani dengan biskuit atau roti bakar yang nikmat.
Lezat....Menemani pagi yang sunyi, sebelum memulai apapun.
Segelas Kopi Jos
Ketika aku berada di kota Jogjakarta, sembari duduk diwarung angkringan, segelas kopi jos sudah ada didepan mata. Kopi tubruk panas-panas berpadu dengan gula dan sebongkah arang panas membara yang dicelupkan setelah kopi disajikan. Aku tak tahu pasti mengapa arang panas membakar ini dimasukkan ke dalam larutan kopi ini. Ternyata bagiku rasanya begitu menakjubkan, apakah karena kafein yang sudah dinetralisir ataukah sugesti yang berkembang didalam benakku bila kopi ini mampu membuat hati lebih semangat?
Ditemani dengan ketan bakar maupun nasi kucing sambil bercengkrama dengan angin malam serta kawan-kawan. Ah, betapa merindukan nuansa kopi jos itu lagi...(artinya harus ke Jogja nanti bila ada masa).
20 Desember 2011
Semarang
Subscribe to:
Posts (Atom)