Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, August 14, 2012

(Puisi SasteraLapar) : Sarapan

Kala kuterjaga dari mimpi panjangku
Kala kuharus tinggalkan istana kapukku
Aku terjaga
Bengong....
Tak tahu berbuat apa setelah ini...
Kubergegas pergi membersihkan diri...
Setelah kurapi, aku terdiam
Perutku yang sedari malam telah kosong melompong
Kembali melantunkan gita-gita laparnya
Ah, pagi sudah datang...

(Puisi SasteraLapar) : SOP

Hanya ada semangkuk
Tersaji panas-panas didepan mataku
Pergaulan antara berbagai bentuk
Wortel
Kubis
Ceker ayam
Tomat
Seledri
Kotak-kota kentang

(Puisi SasteraLapar) : KARE

Asalmu darilah bumi Hindustan
Kaya bumbu, penuh cita rasa
Aromamu menggoda seleraku
Kukorek-korek darimana bahan bakumu
Kucari-cari disinilah kau kutemukan

Kayu manis yang harum
Kapulaga yang menggoda
Jahe yang pedas dan panas
Daun kare yang beraroma misterius
Jintan serta aneka rempah yang bersinergi

(Puisi SasteraLapar) : Memasak Dalam Persimpangan

Kuhimpun semua bumbu yang aku beli
Kurajang halus-halus bumbu-bumbu
Kulumatkan hingga tak lagi berwujud
Wadagnya telah menjelma dalam batu cobekku

Kuterpaku kemudian...
Manakala aku harus menghadap bahan baku
Dadaku berdebar manakala tiba dipersimpangan
Bahan manakah yang aku pilih?

(Puisi SasteraLapar) : MENGGORENG KATA


Yang harus ada adalah perapian
Apapun wujudnya....kompor gas atau kompor arang
Bahkan kayu bakarpun bila ada...
Jangan lupa, angsurkan api agar menyala
Hati-hati, jangan salah arah...

Adalah penggorengan yang harus kita siapkan
Apakah yang biasa, ataukah yang anti lengket
Semacam teflon dan kroco-kroconya...
Taruhlah diatas pendiangan, kompor atau apa saja yang membara
Biarkan dia membara

(Puisi SasteraLapar) : MEREBUS GANTANG KATA



Kata-kata itu masih berada dalam piring pikiranku
Abjad demi abjadnya masih tersusun dalam relungku
Berkeliaran, bergentayangan dalam keadaan mentah
Kutangkapi abjad demi abjad yang masuk dalam pikiran itu

Kuhimpun gantang-gantang kata itu menjadi satu
Dalam suatu mangkuk candradimuka yang kubuat dari jiwaku
Sementara ragaku mempersiapkan periuk besar berisi air inspirasi
Membakarnya dengan api-api emosi dan gairah

Friday, August 10, 2012

(Puisi SasteraLapar) : Puisi Teh

Pagi nan cerah manakala matahari bersinar cemerlang
Udaranya yang segar mewangi
Pagi kan serasa nikmat
Bila ada secangkir teh wangi mengepul
Tersaji dihadapan mata
Tinggal masukkan apa saja
Gula
Sari jeruk
Daun mint
Susu
Atau sari buah
Duh, sungguh serasa surga dunia didepan mata

(Puisi SasteraLapar) : Puisi Kopi

Warna hitammu mengandung misteri
Rasamu juga mengejutkan indera
Pahit, sangatlah pahit...
Namun sangatlah nikmat

Tumbuh di datar tinggi nan sejuk
Menebar aroma bebungaan nan wangi
Seolah parfum alam tercipta disana
Untuk kemudian menjelma jadi buah

(Puisi SasteraLapar) : Pecel Cinta

Kupersembahkan pecel cintaku padamu
Ulurkanlah tanganmu padaku
Terimalah cintaku dalam sepiring pecel
Untuk semangat bak matahari pagi

Kupersembahkan untukmu pecel cinta
Ketimun kesegaran jiwa
Kacang panjang pantang menyerah
Bayam vitamin hati
Kecambah kesuburan inspirasi
Kubis kewaspadaan hati
Terangkum satu dalam nasi kesucian
Terekatkan oleh bumbu kacang persatuan
Semarak dengan lauk pauk, lalapan dan rempeyek nikmat
Sehati...senada...sejiwa

Wednesday, August 8, 2012

(SasteraLapar's Poetry) : I Want My Ice Cream

I want my Ice Cream
I need the special one
Choco-vanilla with nut topping
Strawberry on its sides
With mint as variation... Caramel? okay!

Friday, July 27, 2012

(Sastera Lapar) : Puisi Rainbow Cake

Selapis demi lapis
Warna-Warni dari pewarna
Direkatkan dengan krim putih menggoda
Entah krim biasa
Atau krim keju
Sepotong demi sepotong
Sewarna demi sewarna
Dihimpun menjadi satu kesatuan
Menjelmalah kue pelangi
Mengingatkanku akan pelangi yang tinggi
Dengan pundi emas diujungnya
Namun pelangi ini menggoda dilidah

Membuai mata, berujung dilidah
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu
Kadang dengan warna lain coklat atau hitam
Tergantung selera pembuatnya
Rainbow cake
Kue Pelangi
Mewakili hidup yang penuh warna
Dengan wujud penuh pewarna


Bambang Priantono
12 Juni 2012
Semarang

Wednesday, May 23, 2012

AL DESCO

Just sitting in front of your computer
Your laptop, your netbook or whatever
One hand holds your lunch or dinner
One other plays on the keyboard

When your fingers are dancing on the board
Your other fingers are bringing the meal into your mouth
That's your lunchtime
But you don't have to go out

Cannot leave every minutes for your working or net socializing
That's so practical to have your lunch or dinner
Just eat and you can enjoy your time and exist virtually
That's so Al Desko, not Al Fresco anymore

No time wasting, it's the reason of Al Desko
Your belly is full, the work is done
And when you are away
Your keyboard cries about the crumbs you leave



Sasteralapar 2011-2012

Monday, May 7, 2012

PUISI SATE JAMUR

Kenyal-kenyal empuk
Nyaris tak beda dengan lemak sapi
Dengan paduan bumbu kacang
Dibakar sampai kecoklatan
Bertabur potongan cabai
Bawang goreng
Irisan lontong sebagai pengganjal
Disantap kala cuaca mendung
Sungguh nikmat tiada tara
Di Wonosobo nan sejuk
Sembari menikmati semilir angin
Di tepi alun-alunnya
Seratus persen nabati
Benar-benar membuat rindu
Untuk kembali menikmatinya

Duhai...Sate Jamur


7 Mei 2012
Semarang 


Juga dipublikasikan di Multiply

Tuesday, May 1, 2012

A HOT COCOA

A cup of hot cocoa
Smokey, smell strong
In front of me
Accompanies my silent morning
Passionate
Extravagant feeling
Its bitter sweet taste is rolling
From my lips into my throat
Aaahh..
Bitter but there’s a sweetness within it
Thanks God for this bitter sweet cocoa
I love it


010512

(Pembuka) : Jangan Dibuka

Lapar adalah anugerah setiap makhluk
Bertanda perut keroncongan
Dangdutan atau bahkan hardcore-an
Itu semuanya sah belaka..
Lapar hingga perut berdemo
Hmmm..terbayang yang lezat-lezat
Silakan datang kemari
Kubuat kalian lapar setelah membacanya

Peringatan:
Lapar jangan buka laman ini karena akan membuat anda terbirit-birit cari makan




Semarang
1 Mei 2012