Showing posts with label falsafah. Show all posts
Showing posts with label falsafah. Show all posts
Friday, August 10, 2012
(Catatan SasteraLapar) : Nasi Sudah Menjadi Bubur? Jadikan Saja Bubur Ayam!
Ada pepatah Melayu yang berkata Nasi sudah menjadi bubur,
yang artinya sudah kepalang basah, tidak dapat diperbaiki lagi. Ibarat
nasi, saat ditanak ternyata kebanyakan air, akhirnya menjadi bubur dan
tidak bisa dikembalikan jadi nasi lagi. Misalnya saja kita melakukan
suatu kesalahan fatal seperti menyakiti, mengecewakan atau merusak
harkat diri seseorang. Kehilangan kehormatan karena sebab yang beragam,
kehilangan jatidiri atau drop karena mengalami suatu kejadian, seperti
dikritik, dicaci, dimaki dan dihina hingga kadang kita sendiri depresi.
Atau ada lagi seperti contoh,
Z
seorang pengusaha kaya, dia bergerak dibidang bisnis properti. Namun
suatu saat dia mempercayakan proyek pembangunan apartemen Y kepada orang
yang salah. Orang kepercayaan Y melakukan kesalahan kecil, yang
berakibat perusahaan Z mengalami kerugian besar dan nyaris mengalami
kehancuran. Z, sangatlah frustasi karena dia benar-benar sepenuhnya
meyakini yang bersangkutan. Namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.
(Catatan SasteraLapar) : Jilbab, Lemper, Bikang dan Semar Mendem
Sepuluh tahun yang lalu (sekarang 16 tahun) pada saat matakuliah Agama Islam, dosen Agama saya berkata begini :
Ibaratnya
makanan, pemakai jilbab itu seperti lemper. Kenapa demikian? Karena
untuk makan isi lemper kan harus dibuka dulu bungkusnya bukan? Masak
ditelan sebungkus-bungkusnya? Sontak kami semua tertawa mendengarnya..Kemudian beliau melanjutkan..
Sedangkan
kaum perempuan yang tidak berjilbab diibaratkan adalah kue bikang,
dimana untuk menikmatinya nggak harus repot membuka bungkusnya,
bahkan gampang kena debu dan pembeli bisa melihat langsung tanpa
dibungkus. (edited)
(Catatan SasteraLapar) : Gado-Gado Pembauran
Pembauran
itu artinya melebur, campur baur jadi satu, menyesuaikan diri atau apa
ada makna lainnya? Ibaratnya lagi, pembauran itu mirip sekali dengan
proses masak memasak didapur, seperti membuat gado-gado, bubur ayam,
rujak, salad, pecel, atau bubur manado, dimana semua jenis makanan yang
pada dasarnya berbeda dileburkan menjadi satu jenis makanan baru.
Gado-gado
misalnya, dalam satu piring terdiri dari potongan wortel, kacang
panjang, tahu goreng, kentang rebus, sawi segar, ketimun, ditambah
kerupuk, emping belinjo, tempe, plus bawang goreng diikat dengan saus
kacang yang enak, dan masih ditambah dengan potongan telur rebus pula.
Meski tidak melebur total, namun tetap menjadi wujud yang sedap
dipandang dan menggoyang lidah.
(Puisi SasteraLapar) : Pecel Cinta
Ulurkanlah tanganmu padaku
Terimalah cintaku dalam sepiring pecel
Untuk semangat bak matahari pagi
Kupersembahkan untukmu pecel cinta
Ketimun kesegaran jiwa
Kacang panjang pantang menyerah
Bayam vitamin hati
Kecambah kesuburan inspirasi
Kubis kewaspadaan hati
Terangkum satu dalam nasi kesucian
Terekatkan oleh bumbu kacang persatuan
Semarak dengan lauk pauk, lalapan dan rempeyek nikmat
Sehati...senada...sejiwa
(Catatan SasteraLapar) : Pecel For The Soul
Sederhana namun kaya
Kaya namun sederhana
Mungkin layaklah jika hal itu nyata dalam sepiring atau
sepincuk nasi pecel. Makanan rakyat yang sarat serat dan gizi (khasiat), yang
menjadi sarapan pagi banyak kalangan, disuka dari yang gepeng (gelandangan pengemis)-jika ada kepeng- sampai kalangan
berdasi yang mengkilap beraroma parfum dari Paris bebas bau keti. (hehehe). Dijualnyapun dari pinggir embong (Jw Timuran : jalan) hingga resto gedong yang harganya bisa (boleh) selangit.
Thursday, August 9, 2012
(Catatan SasteraLapar) : Rujak Cingur For The Soul
Bila ke Surabaya jangan lupa
rujak cingur
Rasa khasnya telah
harum namanya
Jika engkau suatu saat
jatuh tersungkur
Bangkit kembali itulah
intinya
Paduan antara yang enak dan yang tidak enak itulah yang
menjadi pemadu khas rujak cingur, salah satu makanan khas Surabaya (dan Jawa Timur). Potongan hidung
sapi (cingur) rebus –padahal cingur kan
kesannya menjijaykan toh, aneka buah dan sayuran dipadukan dalam bumbu kacang
plus petis mengubah satu jenis makanan yang nampak menjijikkan menjadi
kelihatan lezat.
Subscribe to:
Posts (Atom)