Showing posts with label lapar. Show all posts
Showing posts with label lapar. Show all posts

Friday, August 10, 2012

(Catatan SasteraLapar) : Pecel For The Soul


Sederhana namun kaya
Kaya namun sederhana
Mungkin layaklah jika hal itu nyata dalam sepiring atau sepincuk nasi pecel. Makanan rakyat yang sarat serat dan gizi (khasiat), yang menjadi sarapan pagi banyak kalangan, disuka dari yang gepeng (gelandangan pengemis)-jika ada kepeng- sampai kalangan berdasi yang mengkilap beraroma parfum dari Paris bebas bau keti. (hehehe). Dijualnyapun dari pinggir embong (Jw Timuran : jalan) hingga resto gedong yang harganya bisa (boleh) selangit. 

Thursday, August 9, 2012

(Resep SasteraLapar) : Kakap Asam Manis ala Nono


Category:   Meat & Seafood
Style:   Chinese
Special Consideration:   Quick and Easy
Servings:   Suka-sukanya berapa

Description:
Memanfaatkan sisa ikan kakap goreng yang disimpan di kulkas, dan bumbu yang sederhana kalau menurut saya. Akhirnya jadilah ikan asem manis ala saya sendiri. Pedasnya sedikit saja dan sama sekali tidak melibatkan MSG dalam proses pembuatannya.

Bumbu dasarnya sama saja dengan resep sebelumnya, hanya ditambah saus tomat dan lebih banyak tomat sebagai penambah keasaman.

(Catatan SasteraLapar) : Soto Lamongan For The Soul 2

Berburu warung Soto Lamongan kadang bisa menjadi suatu kesenangan tersendiri. Semasa di Surabaya, saya sangat hobi mencari warung Soto yang saya anggap enak. Pertama kali saya ketemu warung Soto di dekat Jalan Gubeng Airlangga Gang IV, tepat di mulut gang yang mengarah ke Jalan Dharmawangsa, sejak tahun 1995 sampai terakhir kali pada akhir 2005, saya kadang berkunjung ke warung itu. Yang hanya berupa warung sederhana dan harganyapun cukuplah bagi kantong mahasiswa seperti saya pada masa itu. 

(Catatan SasteraLapar) : Soto Lamongan For The Soul 1


Anda tahu Soto Lamongan bukan? Soto khas wilayah Lamongan, Jawa Timur ini sangat enak. Kuah kuning gurih yang berasal dari campuran aneka bumbu termasuk warnanya yang keemasan karena bahan pewarna kunyit yang dipakai, plus potongan-potongan daun bawang, suwiran daging ayam, potongan telur rebus ditambah dengan koya (bubuk kelapa) yang makin menambah citarasa Soto Lamongan apalagi dimakan dengan sambal atau kecap. 

Saya biasanya menambahkan dua jenis kecap, yakni kecap asin dan kecap manis serta sambal yang banyak agar soto yang saya makan semakin mengundang selera. Bahkan yang suka bikin saya mikir sendiri adalah saya suka sekali menambah banyak koya ke dalam soto dengan fungsi selain mempergurih, juga mengentalkan kuah soto. Plus telur rebus satu butir, disamping itu saya selalu meminta tukang penjualnya untuk tidak memberi kulit ayam, karena saya paling benci dengan kulit ayam, biasanya sih saya meminta diambilkan daging bagian dada yang rendah lemaknya. Hmmm…enak sekali.

Wednesday, August 8, 2012

(Catatan SasteraLapar) : Tempe Penyet


Hmmm…tempe penyet. Tahu kan? Banyak yang tahu pastinya, tempe yang dipenyet diatas sambal tomat, kemudian dimakan panas-panas dengan nasi anget? Pasti semuanya ngerti atau malah sebaliknya..hehehehe. Makanan rakyat, murah meriah dan gampang bikinnya.

(SasteraLapar's Poetry) : I Want My Ice Cream

I want my Ice Cream
I need the special one
Choco-vanilla with nut topping
Strawberry on its sides
With mint as variation... Caramel? okay!

Monday, August 6, 2012

(Resep SasteraLapar) : Nasi Tomat


Category:   Breakfast & Brunch
Style:   Middle Eastern
Special Consideration:   Kosher
Servings:   30 menit - 1 jam

Description:
Resep ini pemberian dari tetangga sebelah rumah yang keturunan Arab. Ternyata membuat nasi tomat ini tidak sesederhana yang dibayangkan. Sempat bikin kesalahan saat mengkaru nasi. Sayapun nggak sendirian memasaknya, karena belum pernah buat nasi macam ini, akhirnya untuk beberapa proses saya dibantu ibu saya. Alhamdulillah jadilah nasi tomat itu dengan beberapa modifikasi.

(Resep SasteraLapar) : Steak Tempe



Category:   Side Dishes & Condiments
Style:   American
Special Consideration:   Quick and Easy
Servings:   15 menit untuk saus

Description:
Steak tempe ini juga bisa dibuat dari sisa burger tempe yang tidak terpakai. Kebetulan masih ada sisanya dan ada kentang goreng beku jadi ya ditambahkan sekalian saja..

Tinggal buat sausnya saja.

(Resep SasteraLapar) : Burger Tempe




Category:   Sandwiches
Style:   Other
Special Consideration:   Quick and Easy
Servings:   45 menit

Description:
Tempe sudah sejak lama dapat dibuat menjadi aneka ragam menu masakan. Mulai dari bacem, oblok, sambel goreng, kering tempe, kripik tempe sampai brownis tempe.

Berikut ini versi saya :

(Resep SasteraLapar) : Tumis Wortel Kecap Sederhana




Category:   Appetizers & Snacks
Style:   Other
Special Consideration:   Quick and Easy
Servings:   2 porsi atau terserah

Description:
Tanpa sengaja terbersit ide untuk buat makanan ini. Kebetulan ada wortel nganggur, jadi sekalian dimanfaatin. Mana wortelnya gede jadi enaklah dijadiin satu hidangan.
Enak juga untuk pembuka, mau dimakan pakai nasi..boleh, dicemil juga bisa. Atau kalau misal sisa, bisa dicampur telur untuk jadi omelet wortel kecap.

Sederhana kan?

(Resep SasteraLapar) : Sayur Merica Rembang


Recipe


Category:   Sarilaut
Style:   Jawa
Special Consideration:   100% Halal
Servings:   Bebas mau berapa

Description:
Resep ini saya dapat disebuah situs dan juga mengingatkan saya pada masakan jaman dahulu kala. Konon Sayur Merica yang merupakan masakan khas Rembang, Jawa Tengah ini sudah ada sejak jaman dulu. Namanya sayur tapi bahan dominannya ikan.

Rasanya? Wow...dominan merica dibanding cabenya. Berikut ini saya berikan resep dasarnya...dan sedikit penambahan. Silakan mencicipi

Friday, July 27, 2012

(Sastera Lapar Cerita) : Yang Sedap dari Wonosobo

Setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat. Mulai dari sekedar ‘mbolang’, memuaskan dahaga belanja baik oleh-oleh khas sampai benda-benda bergengsi yang sebenarnya ditempat dia ada dan lebih murah, hingga tentunya cicip-cicip masakan khas setempat.  Ada yang suka jalan-jalan tapi tidak suka menjelajah lidah, yah..tentunya itulah keragaman hidup. Saya termasuk jenis yang lumayan suka jelajah lidah (tentunya yang sesuai dengan keyakinan saya), toh itu hak asasi manusia, hehehehe.

(Sastera Lapar) : Puisi Rainbow Cake

Selapis demi lapis
Warna-Warni dari pewarna
Direkatkan dengan krim putih menggoda
Entah krim biasa
Atau krim keju
Sepotong demi sepotong
Sewarna demi sewarna
Dihimpun menjadi satu kesatuan
Menjelmalah kue pelangi
Mengingatkanku akan pelangi yang tinggi
Dengan pundi emas diujungnya
Namun pelangi ini menggoda dilidah

Membuai mata, berujung dilidah
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu
Kadang dengan warna lain coklat atau hitam
Tergantung selera pembuatnya
Rainbow cake
Kue Pelangi
Mewakili hidup yang penuh warna
Dengan wujud penuh pewarna


Bambang Priantono
12 Juni 2012
Semarang

(Sastera Lapar Cerita) : Khao Neow Ma-Maung

Saya memang nggak pinter bicara soal makanan. Banyak ahlinya Waduh, ngeper saya kalau ngomong soal makan memakan, bisa-bisa dibabat dach..hahahahaha. Tapi…sutralah, kan saya ngomong sesuai dengan apa yang saya ketahui toh. Alhamdulillah saya dikaruniai oleh-Nya naluri suka makan...hehehehehe

Salah satu makanan yang baru saya jumpai saat di Malaysia adalah Ketan Mangga. Memang jajanan itu bukan asli Malaysia, melainkan asal tetangga sebelahnya yakni negeri Gajah Putih alias Thailand. Itupun tidak sengaja, setelah makan Laksa Kluang di Kluang Station daerah Ampang, dan itu menjelang kita pergi pulang, Pakdhe Karto mendatangi gerai makanan khas Thailand yang penjaganya juga kebetulan orang Thai tulen. Hmmm…aneka jajanan khas Thailand bergelimpangan disana, tapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua buah bakul besar yang isinya adalah ketan (pulut). Warnanya agak beda…yang satu putih-putih mangkak, sedangkan yang satunya putih tapi agak kehijau-hijauan.

Wednesday, May 23, 2012

AL DESCO

Just sitting in front of your computer
Your laptop, your netbook or whatever
One hand holds your lunch or dinner
One other plays on the keyboard

When your fingers are dancing on the board
Your other fingers are bringing the meal into your mouth
That's your lunchtime
But you don't have to go out

Cannot leave every minutes for your working or net socializing
That's so practical to have your lunch or dinner
Just eat and you can enjoy your time and exist virtually
That's so Al Desko, not Al Fresco anymore

No time wasting, it's the reason of Al Desko
Your belly is full, the work is done
And when you are away
Your keyboard cries about the crumbs you leave



Sasteralapar 2011-2012

Monday, May 7, 2012

PUISI SATE JAMUR

Kenyal-kenyal empuk
Nyaris tak beda dengan lemak sapi
Dengan paduan bumbu kacang
Dibakar sampai kecoklatan
Bertabur potongan cabai
Bawang goreng
Irisan lontong sebagai pengganjal
Disantap kala cuaca mendung
Sungguh nikmat tiada tara
Di Wonosobo nan sejuk
Sembari menikmati semilir angin
Di tepi alun-alunnya
Seratus persen nabati
Benar-benar membuat rindu
Untuk kembali menikmatinya

Duhai...Sate Jamur


7 Mei 2012
Semarang 


Juga dipublikasikan di Multiply

Thursday, May 3, 2012

Memasakpun perlu Cinta


Cinta itu sejagat (universal), dapat ditemukan dimana-mana, cinta berasal dari dalam hati dan pikiran, dari cinta sejati hingga cinta nafsu. Cinta juga adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita. Seringkali para anak muda mengatakan “Dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak”, sebagai kekuatan cinta yang dahsyat. Karena cinta, seseorang bisa berubah 180 derajat….bisa menjadi baik, atau malah memburuk.
Cinta juga bermakna sangat luas, lebih dari sekedar cinta antara dua insan berbeda jenis yang terikat oleh kimia-kimia jiwa, jantung berdebar, hati berbunga, mata saling berpandangan, selalu terbayang oleh sang pujaan hati yang kata sebuah lagu lama begini :
Aku mau makan, ingat kamu

Aku mau tidur, ingat kamu

Aku mau mandi, ingat kamu

Tuesday, May 1, 2012

TIGA CANGKIR KOPI

Secangkir kopi tubrukMenemaniku kala malam yang menggigit. Tatkala kantuk melanda saat aku begadang menyelesaikan berbagai tugasku. Biarpun bukan berarti engkau ditubrukkan ke mobil ataupun kereta api, namun rasanya engkau begitu nendang dalam urat-urat tubuhku sehingga aku kembali bersemangat menuntaskan apa yang seharusnya kuselesaikan, kendati harus melawan jam biologisku sendiri. Kamu begitu berjasa bagiku secangkir kopi tubruk..

Ralat...bukan secangkir, mungkin segelas, satu mug atau entah apa. Pahit-pahit manis, tapi aku tetap menyukainya.

Secangkir Capuccino
Kala pagi, secangkir capuccino sudah hadir dihadapanku. Kaya rasa, kombinasi yang indah antara kopi nan pekat, coklat dan krim yang mengelus-elus indera penciumanku. Manis, pahit, creamynya begitu menggugah perasaanku. Raga, jiwaku kembali terbangun setelah sekian waktu tertidur lelap. Secangkir Capuccino itu telah membangunkan semangatku kembali. Siap beraktivitas dengan kalori yang ditambahkan dari krimer itu. Capuccino, biarpun asalnya dari Italia, tetapi sudah jadi bagian dari gayaku. Ditemani dengan biskuit atau roti bakar yang nikmat.

Lezat....Menemani pagi yang sunyi, sebelum memulai apapun.


Segelas Kopi Jos
Ketika aku berada di kota Jogjakarta, sembari duduk diwarung angkringan, segelas kopi jos sudah ada didepan mata. Kopi tubruk panas-panas berpadu dengan gula dan sebongkah arang panas membara yang dicelupkan setelah kopi disajikan. Aku tak tahu pasti mengapa arang panas membakar ini dimasukkan ke dalam larutan kopi ini. Ternyata bagiku rasanya begitu menakjubkan, apakah karena kafein yang sudah dinetralisir ataukah sugesti yang berkembang didalam benakku bila kopi ini mampu membuat hati lebih semangat?

Ditemani dengan ketan bakar maupun nasi kucing sambil bercengkrama dengan angin malam serta kawan-kawan. Ah, betapa merindukan nuansa kopi jos itu lagi...(artinya harus ke Jogja nanti bila ada masa). 








20 Desember 2011
Semarang

 

(Pembuka) : Jangan Dibuka

Lapar adalah anugerah setiap makhluk
Bertanda perut keroncongan
Dangdutan atau bahkan hardcore-an
Itu semuanya sah belaka..
Lapar hingga perut berdemo
Hmmm..terbayang yang lezat-lezat
Silakan datang kemari
Kubuat kalian lapar setelah membacanya

Peringatan:
Lapar jangan buka laman ini karena akan membuat anda terbirit-birit cari makan




Semarang
1 Mei 2012