Monday, August 6, 2012

(Resep SasteraLapar) : Sayur Merica Rembang


Recipe


Category:   Sarilaut
Style:   Jawa
Special Consideration:   100% Halal
Servings:   Bebas mau berapa

Description:
Resep ini saya dapat disebuah situs dan juga mengingatkan saya pada masakan jaman dahulu kala. Konon Sayur Merica yang merupakan masakan khas Rembang, Jawa Tengah ini sudah ada sejak jaman dulu. Namanya sayur tapi bahan dominannya ikan.

Rasanya? Wow...dominan merica dibanding cabenya. Berikut ini saya berikan resep dasarnya...dan sedikit penambahan. Silakan mencicipi

Arbanat


Kemarin pagi jam 8.30 saya sedang berjalan dari kos-kosan menuju kampus. Sudah janjian dengan mahasiswa untuk pergi bersama ke Ambarawa saat itu. Cuaca juga sedang tidak menentu dan jalanan juga agak sepi. Kebetulan ada seorang lelaki yang memegang alat semacam rebab dan kotak seng yang dipanggul dibahunya. Saya kenal penjual sejenis itu...penjual arbanat! Lama sekali saya tidak bertemu dengan penjual makanan ini.

Bubur India (Gujarat Porridge), A Typical Ramadan Dish of Semarang

There are so many ways to celebrate Ramadan, and it can be even different from one place to other ones. It includes the specific dish which is only served during the blessing Ramadan. One of them is porridge… Various porridges are served in particular mosques in Indonesia (and other countries). For example bubur hitam Melayu (black Malay porridge) in Medan (North Sumatra), bubur samin (butter fat based porridge) in Surakarta (Central Java), bubur arab (Arabic porridge) in Tuban (East Java), and also bubur India or in another name bubur Gujarat (Gujarati Porridge) in Semarang (Central Java).

Friday, July 27, 2012

(Sastera Lapar Cerita) : Ranjem dan Kampel Wangon


Perjalanan ke suatu wilayah, apalagi yang belum dikenal tentunya membawa sensasi tersendiri. Terlebih jika berhubungan dengan kuliner. Saya pribadi sepanjang itu halalan toyyibah, kuliner model apapun yang khas pasti akan dengan sedaya upaya saya cicipi kendati belum selevel Bondan Winarno yang maknyus itu. Daerah Banyumas ini mempunyai kekayaan kuliner yang unik, dan kadang-kadang ada beberapa jenis makanan yang endemik di suatu kecamatan tapi tidak dijumpai di kecamatan lainnya meski satu kabupaten atau eks karesidenan.

(Sastera Lapar Cerita) : Yang Sedap dari Wonosobo

Setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat. Mulai dari sekedar ‘mbolang’, memuaskan dahaga belanja baik oleh-oleh khas sampai benda-benda bergengsi yang sebenarnya ditempat dia ada dan lebih murah, hingga tentunya cicip-cicip masakan khas setempat.  Ada yang suka jalan-jalan tapi tidak suka menjelajah lidah, yah..tentunya itulah keragaman hidup. Saya termasuk jenis yang lumayan suka jelajah lidah (tentunya yang sesuai dengan keyakinan saya), toh itu hak asasi manusia, hehehehe.

(Sastera Lapar) : Puisi Rainbow Cake

Selapis demi lapis
Warna-Warni dari pewarna
Direkatkan dengan krim putih menggoda
Entah krim biasa
Atau krim keju
Sepotong demi sepotong
Sewarna demi sewarna
Dihimpun menjadi satu kesatuan
Menjelmalah kue pelangi
Mengingatkanku akan pelangi yang tinggi
Dengan pundi emas diujungnya
Namun pelangi ini menggoda dilidah

Membuai mata, berujung dilidah
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu
Kadang dengan warna lain coklat atau hitam
Tergantung selera pembuatnya
Rainbow cake
Kue Pelangi
Mewakili hidup yang penuh warna
Dengan wujud penuh pewarna


Bambang Priantono
12 Juni 2012
Semarang

(Sastera Lapar Cerita) : Khao Neow Ma-Maung

Saya memang nggak pinter bicara soal makanan. Banyak ahlinya Waduh, ngeper saya kalau ngomong soal makan memakan, bisa-bisa dibabat dach..hahahahaha. Tapi…sutralah, kan saya ngomong sesuai dengan apa yang saya ketahui toh. Alhamdulillah saya dikaruniai oleh-Nya naluri suka makan...hehehehehe

Salah satu makanan yang baru saya jumpai saat di Malaysia adalah Ketan Mangga. Memang jajanan itu bukan asli Malaysia, melainkan asal tetangga sebelahnya yakni negeri Gajah Putih alias Thailand. Itupun tidak sengaja, setelah makan Laksa Kluang di Kluang Station daerah Ampang, dan itu menjelang kita pergi pulang, Pakdhe Karto mendatangi gerai makanan khas Thailand yang penjaganya juga kebetulan orang Thai tulen. Hmmm…aneka jajanan khas Thailand bergelimpangan disana, tapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua buah bakul besar yang isinya adalah ketan (pulut). Warnanya agak beda…yang satu putih-putih mangkak, sedangkan yang satunya putih tapi agak kehijau-hijauan.