Tuesday, August 14, 2012

(Resep SasteraLapar) : Havermut Piskuma




Category:   Breakfast & Brunch
Style:   American
Special Consideration:   Quick and Easy
Servings:   Satu

Description:
Bangun jam 3.30 WIB, mau ke warteg untuk sahur malasnya setengah mati. Kebetulan saya sempat beli susu kedelai, kurma 300 gram dan pisang semalam sebelumnya. Ya sudah, daripada repot-repot saya olah saja. Pisau? pas tidak ada jadi saya potong pakai sendok saja...the power of kepepet. Sementara Havermutnya saya nyetok sejak lama jadi ringkas saja. Menu sahur kilat, praktis dan mengenyangkan.

Ingredients:
Susu kedelai (tidak menakar)
1 buah pisang (dipotong kecil-kecil)
3 buah kurma (disuwir-suwir)
1 sdm Madu
5 sdm Havermut (Oatmeal)

Directions:
1. Panaskan sejenak susu kedelai sampai mendidih
2. Siapkan havermut dalam mangkok
3. Siramkan susu kedelai yang sudah dipanaskan itu. Aduk rata.
4. Letakkan pisang yang sudah diiris diatasnya
5. Tambahkan kurma yang sudah disuwir-suwir
6. Tambahkan madu
7. Siap disajikan.








Friday, August 10, 2012

(Puisi SasteraLapar) : Puisi Teh

Pagi nan cerah manakala matahari bersinar cemerlang
Udaranya yang segar mewangi
Pagi kan serasa nikmat
Bila ada secangkir teh wangi mengepul
Tersaji dihadapan mata
Tinggal masukkan apa saja
Gula
Sari jeruk
Daun mint
Susu
Atau sari buah
Duh, sungguh serasa surga dunia didepan mata

(Cerita SasteraLapar) : Cerita dari Sebungkus Quaker Oats



Waktu saya sedang berbelanja (membeli belah) di sebuah pasar swalayan (supermarket), saya beli quaker oats 500 gram warna merah dan yang menarik saya adalah tulisan dikemasan depannya yakni oat segera dan oat instan. Yang saya yakini bagian segera itu Malaysia punya sedang bagian instan adalah punya Indonesia. Lalu saya baca-baca lagi bagian belakang kemasannya ada kata lemak taktepu  dan lemak tepu , yang ada kurung bahasa Indonesianya berarti lemak tak jenuh dan lemak jenuh. Selanjutnya ada istilah khasiat dimana dalam bahasa Indonesia padanannya adalah gizi, sedang kata khasiat sendiri dalam bahasa Indonesia secara artinya lebih mengacu pada jamu-jamuan atau obat-obatan (ubat). 

Semisalnya kalimat berikut :
Jamu galian singset berkhasiat untuk menurunkan berat badan.
Khasiat obat generik tidak kalah dengan obat-obatan paten.
Lalu, kata gizi  contohnya sebagai berikut :
Dewasa ini, banyak balita di Indonesia yang mengalami gizi buruk.
Kandungan gizi dalam sepiring nasi pecel sangatlah tinggi.

(Puisi SasteraLapar) : Puisi Kopi

Warna hitammu mengandung misteri
Rasamu juga mengejutkan indera
Pahit, sangatlah pahit...
Namun sangatlah nikmat

Tumbuh di datar tinggi nan sejuk
Menebar aroma bebungaan nan wangi
Seolah parfum alam tercipta disana
Untuk kemudian menjelma jadi buah

(Resep SasteraLapar) : Kering Tahu Tempe ala Nono

Category:   Breakfast & Brunch
Style:   Other
Special Consideration:   Quick and Easy
Servings:   5 orang cukup

Description:
Sebenarnya saya bingung mau dikasih nama apa, karena memang dasarnya kering tahu tempe. Cuma saya ambil gampangnya saja. Sederhana, dan tentunya terasa pedas karena saya tambahkan sambel uleg. Disajikan sebagai menu sarapan dirumah, apalagi keluarga saya baru sembuh dari sakit. Minimal 80% dihabiskan oleh mereka termasuk oleh adik ipar saya. Hehehehee.

Bahan-bahannya cukup diambil dari kulkas, yah sekalian memanfaatkan bahan makanan yang tak terpakai dirumah.

(Catatan SasteraLapar) : Nasi Sudah Menjadi Bubur? Jadikan Saja Bubur Ayam!


 
Ada pepatah Melayu yang berkata Nasi sudah menjadi bubur, yang artinya sudah kepalang basah, tidak dapat diperbaiki lagi. Ibarat nasi, saat ditanak ternyata kebanyakan air, akhirnya menjadi bubur dan tidak bisa dikembalikan jadi nasi lagi. Misalnya saja kita melakukan suatu kesalahan fatal seperti menyakiti, mengecewakan atau merusak harkat diri seseorang. Kehilangan kehormatan karena sebab yang beragam, kehilangan jatidiri atau drop karena mengalami suatu kejadian, seperti dikritik, dicaci, dimaki dan dihina hingga kadang kita sendiri depresi.
Atau ada lagi seperti contoh,

Z seorang pengusaha kaya, dia bergerak dibidang bisnis properti. Namun suatu saat dia mempercayakan proyek pembangunan apartemen Y kepada orang yang salah. Orang kepercayaan Y melakukan kesalahan kecil, yang berakibat perusahaan Z mengalami kerugian besar dan nyaris mengalami kehancuran. Z, sangatlah frustasi karena dia benar-benar sepenuhnya meyakini yang bersangkutan. Namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.

(Catatan SasteraLapar) : Jilbab, Lemper, Bikang dan Semar Mendem

Sepuluh tahun yang lalu (sekarang 16 tahun) pada saat matakuliah Agama Islam, dosen Agama saya berkata begini :
Ibaratnya makanan, pemakai jilbab itu seperti lemper. Kenapa demikian? Karena untuk makan isi lemper kan harus dibuka dulu bungkusnya bukan? Masak ditelan sebungkus-bungkusnya? Sontak kami semua tertawa mendengarnya..Kemudian beliau melanjutkan..

Sedangkan kaum perempuan yang tidak berjilbab diibaratkan adalah kue bikang, dimana untuk menikmatinya nggak harus repot membuka bungkusnya, bahkan gampang kena debu dan pembeli bisa melihat langsung tanpa dibungkus. (edited)